Jadi tulisan ini terinspirasi dari 'tanda tanda' yang masih jadi 'tanya' bagi saya, tapi itu 'spesial'. Paham ga? tuhkan, saya memang kurang ahli dalam menjelaskan apapun itu. Selalu rancu, dan berbelit. Tapi no problem! izinkan saya terus mencoba lagi, ya.
Kali ini saya coba pelan-pelan! seperti kutipan diatas, ada 3 kata yang akan saya bahas. Semoga kamu ga muter-muter lagi memahaminya. Ada 'tanda' , 'tanya' , dan 'spesial. Memalui bahasa saya, semoga saja tersampaikan pesannya ya!.
- TANDA
Banyak hal yang kita jumpai tatkala kita dilahirkan didunia. Seperti ... mungkin ini tanda dari Sang Pencipta, bahwa saya harus temukan apa tujuan saya diciptakan? disana, saya terus bertanya-tanya.
- TANYA
Meneruskan kata terakhir pada tulisan diatas, coba lihat! ada tanda apa ? Iya! (?) sebuah tanda yang seringkali menghampiri manusia. Saya lanjutkan contoh yang tadi. Bahwa untuk tahu apa tujuan saya diciptakan, tentu ada rasa yang memang harus ada agar keingintahuan saya terjawab. Apa itu? Rasa ingin Tahu, bertanya, atau lebih tepat pada judul tulisann ini, yaitu "tanda tanya!". Hm saya curiga ... setelah saya amati sedari kecil, kenapa 'tanda tanya' selalu sering kita jumpai atau kita gunakan. Jangan jangan ... ada yang spesial dari tanda ini.
- SPESIAL
Karena berawal dari simbol kecil (?), menjadi langkah awal agar kita bisa mengetahui banyak hal. Mungkin ketika kecil, kia bertanya kenapa harus makan, kenapa harus belajar, kenapa harus berbagi dan kenapa kenapa lainnya. Tidak bisa dipungkiri, tanda tanya pun masih sering kita gunakan di usia dewasa. Tapi tentu dengan cangkupan atau bahasan yang lebih luas lagi. Seperti, dengan cara apa anak saya bisa tetap makan (untuk seorang suami/ayah), apa yang bisa saya ajarkan kepada murid saya (untuk seorang pengajar), dan kebaikan apa yang bisa saya bagikan kepada banyak orang (untuk seorang Da'i), atau masih banyak contoh lainnya. Yang mana melalui tanda tanyalah, setiap orang mendapatkan hal baru, kemudian bisa memberikan manfaat atas pengetahuannya. Dan disinilah, seseorang bisa menjadi spresial. Karena dia bertanya, kemudian belajar, dan berbagi.
_______________________________________________
Gimana? Sudah kebayang belum arah obrolan saya kali in? Uh! masih meraba ya? Santai .. Saya tidak paksakan kamu terlalu lama berdiam pada obrolan saya. Silahkan buka laci makananmu, dan ambilah sedikit cemilan manis untuk menemani-tanda tanya-mu dalam berusaha memahami tulisan saya ini. Jangan lupa segelas air putihnya ya! Saya khawatir kamu tersedak...
Hm bukan, bukan! Saya hanya khawatir saat kamu tersedak, kamu akan tutup laptop/ matikan handphonemu kemudian berbaring diatas kasurmu memilih istirahat saja, dan benar benar menunda niatmu untuk membaca coretan saya kali ini.
Ayo lima menit dari sekarang, silahkan ambil teman bacamu!. Gimana sudah? Oya! sekarang sedang puasa. Atau, kamu sedang membaca tulisan ini ba'da berbuka puasa. Jadi sekarang, ga ada alasan lagi utuk izin out dari ruang obrolan saya ini ya. Maaf maaf, saya terlahir sebagai orang yang suka bercanda tapi lebih ke menyebalkan sih. Semoga kamu bersabar ya ...
_______________________________________________
Kembali pada 3 kata tadi "tanda, tanya, spesial". Ternyata ada yang saya rumuskan pada 3 kata ini. Saya ambil dari contoh kehidpuan kita.
"Ada tanda Kebesaran Tuhan yang bisa kita lihat agar kita semakin ber-tanya, untuk apa, kenapa terjadi, apa maksudnya, tujuan dan pertanyaan greget lainnya. Saya pikir tidak salah, jika kita bertanya benar-benar mencari kebaikan/pengetahuan. Tapi tetap! segala sesuatu jalani pada koridornya ya!"
dengan itu, predikat spesial akan kita sandang.
Kemudian, ini yang saya temukan;
" Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribada kepada-Ku"
(QS. Adz-Dzariyat : 56)
Itu adalah salah satu jawaban dari satu diantara masih banyak lagi tanda tanya, yang tentu akan terus saya cari jawabannya. Dan sekali lagi, bertanya itu boleh, asal tetap pada koridor. Dan berhentilah jika itu melewati!
Terakhir, selamat bertanya, ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar