Minggu, 31 Mei 2020

DON'T LIVE IN FEAR!



Semakin kita bertanya, maka semakin kita membaca, kemudian belajar dan selanjutnya bisa kita sebarkan manfaat. tapi, itu 'seharusnya' sih. Karena ada banyak mereka, atau contoh kecilnya adalah saya sendiri. Kurangnya rasa percaya diri, yang menjadi sebab utama kebermanfaatan itu tertunda untuk diluaskan.

Tapi sebenernya permasalahan dari itu semua adalah kurangnya mengenal diri sendiri ga sih?
saya simpulkan pada beberapa point saja ya, apa yang harus kita lakukan untuk mengenal diri sendiri;

  • CIPTAKAN TUJUAN

"Setting goals is the first step in turning the invisible into the visible" 

Itu kutipan yang pernah saya baca dari seorang motivator juga penulis terkenal asal Amerika Serikat. Nama beliau Tonny Robbins. Artinya apa tuh? "Menciptakan tujuan merupakan langkah awal mengubah hal yang tidak terlihat menjadi terlihat".

Opini saya berkata bahwa, maksudnya adalah sesuatu yang ga bakal terjadi bagi kita akan sangat mungkin terjadi jika ada keyakinan yang lebih besar untuk mewujudkannya. 

Contoh nih, 
logika berfikir gamungkin deh bisa terbang diatas langit. Ga punya sayap. Yakan? tapi ternyata ketidakmungkinan itu bisa jadi mungkin bahkan bisa banget terjadi. Dengan cara apa? iya! pertama kitanya dulu nih harus yakin. Ketika sudah yakin, bakal ada ide cerdas untuk mewujudkannya. 

Dari keyakinan kita belajar, dari belajar kita menciptakan mimpi. Dari contoh itu, apa yang para pemimpi lakukan untuk bisa terbang? ciptakan pesawat. Karena ketekunan dari para pembelajar kita bisa terbang sana terbang sini kan? Walau bukan dengan sayap sungguhan. 

Mari ucapkan, Maa sya Allaah dan Alhamdulillah...
pertanyaannya, maukah kita seyakin mereka untuk mimpi yang sedang kita inginkan akan terjadi?

  • PAKSAIN DIRI
"Pushing yourself always makes your stronger"

Yang artinya, memaksa diri akan membuatmu semakin kuat. Bener tau! kualitas diri itu bakal keukur dengan segala paksaan yang pernah ia lewati. 

Mereka yang kuat bukan terlahir dari buayan kemanjaan yang berkepanjangan. Makin memaksa diri untuk tidak berlarut dalam kemageran, maka semakin terlihat sebatas mana kesungguhannya atas tujuan hidupnya.

  • JALANI
"begin to live as though your prayers are already answered"

Kita, hanya perlu terus menjalankan hidup ini dengan tenang. Anggap saja doa-doa kita telah terjawab. Bukan menjalani hidup yang sulit, tapi pikiran kita sendiri nih yang bikin semua menjadi rumit. 

Ada hal yang sebenarnya sedang baik-baik saja, tapi pikiran negatif yang kita biarkan menyebar diatas pikiran kita sendiri yang membuat semuanya seakan sedang tidak baik-baik saja.

Sesimpel itu bukan? Tentu. Kita saja yang terkadang terlalu membuat semua kejadian terkesan mendrama. Cobalah beri ruang pada hati juga pikiran. Biarkan ia sedikit santai. 

Terkahir, jangan terlalu lama membiarkan diri sendiri live in fear! ( Hidup dalam ketakutan).

_________________________________________

KENAPA



Kenapa sih harus nulis?

Banyak banget alesannya!
Sama Kea kamu jomblo. Kenapa kamu jomblo? Ada alesannya pasti, kan?
Ya walopun alesan itu bisa diterima bahkan ga diterima banget sama diri kamu sendiri.

Boleh menebak?
Mungkin karena Benchmark kamu terlalu langit. Atau, kamu terlalu eklektik. Hm picky nya kebangetan! Atau mungkin terlalu mager buat terus belajar menambah insight baru? 

Semacam...
Ilmu pedagogik or parenting mungkin? 
Yaa apapun yang berkaitan dengan kids² lucu gitulah.
Tuhkan! Baru judulnya saja kamu masih berasa 'shy shy cat'.

Ngerasa belum panteslah, gamau dibahaslah, atau seperti tanpa dosa bilang gini;
'itu terlalu jauh untukku yang masih kecil' .
Hmm ya yaa seperti Indonesia saat ini ; Terserah!

Ok intermezzo nya sudah :)
______________________________________________

Kenapa harus nulis?
bcs;

  • Nulis itu melatih mengenal diri
  • Nulis itu bikin minat read meningkat
  • Nulis itu ziyadah insight (menambah wawasan)
  • Nulis itu menyampaikan opini
  • Nulis itu mengisi waktu luang lebih produktif
  • Nulis itu berbagi ide/cerita
  • Nulis itu mengedukasi diri dan orang lain
  • Nulis itu membiasakan otak berpikir logis dan sistematis
  • Nulis itu memperlambat proses lupa
  • Nulis itu mengikat intuisi positif
  • Nulis itu ngilangin stress
  • Nulis itu berbagi pesan kebaikan ( atau bahasa sholihnya 'berdakwah' )
  • Nulis itu merekam sejarah 
  • Nulis itu... (Coba kamu lanjutin:)

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
—Pramoedya Ananta Toer—


*Oya.. biar ga salah paham nih,
Intermezzo diatas, KAMU=SAYA.

Rabu, 20 Mei 2020

TANDA TANYA




Jadi tulisan ini terinspirasi dari 'tanda tanda' yang masih jadi 'tanya' bagi saya, tapi itu 'spesial'. Paham ga? tuhkan, saya memang kurang ahli dalam menjelaskan apapun itu. Selalu rancu, dan berbelit. Tapi no problem! izinkan saya terus mencoba lagi, ya.

Kali ini saya coba pelan-pelan! seperti kutipan diatas, ada 3 kata yang akan saya bahas. Semoga kamu ga muter-muter lagi memahaminya. Ada 'tanda' , 'tanya' , dan 'spesial. Memalui bahasa saya, semoga saja tersampaikan pesannya ya!.

  • TANDA
Banyak hal yang kita jumpai tatkala kita dilahirkan didunia. Seperti ... mungkin ini tanda dari  Sang Pencipta, bahwa saya harus temukan apa tujuan saya diciptakan? disana, saya terus bertanya-tanya.

  • TANYA
Meneruskan kata terakhir pada tulisan diatas, coba lihat! ada tanda apa ? Iya! (?) sebuah tanda yang seringkali menghampiri manusia. Saya lanjutkan contoh yang tadi. Bahwa untuk tahu apa tujuan saya diciptakan, tentu ada rasa yang memang harus ada agar keingintahuan saya terjawab. Apa itu? Rasa ingin Tahu, bertanya, atau lebih tepat pada judul tulisann ini, yaitu "tanda tanya!". Hm saya curiga ... setelah saya amati sedari kecil, kenapa 'tanda tanya' selalu sering kita jumpai atau kita gunakan. Jangan jangan ... ada yang spesial dari tanda ini.

  • SPESIAL
Karena berawal dari simbol kecil (?), menjadi langkah awal agar kita bisa mengetahui banyak hal. Mungkin ketika kecil, kia bertanya kenapa harus makan, kenapa harus belajar, kenapa harus berbagi dan kenapa kenapa lainnya. Tidak bisa dipungkiri, tanda tanya pun masih sering kita gunakan di usia dewasa. Tapi tentu dengan cangkupan atau bahasan yang lebih luas lagi. Seperti, dengan cara apa anak saya bisa tetap makan (untuk seorang suami/ayah), apa yang bisa saya ajarkan kepada murid saya (untuk seorang pengajar), dan kebaikan apa yang bisa saya bagikan kepada banyak orang (untuk seorang Da'i), atau masih banyak contoh lainnya. Yang mana melalui tanda tanyalah, setiap orang mendapatkan hal baru, kemudian bisa memberikan manfaat atas pengetahuannya. Dan disinilah, seseorang bisa menjadi spresial. Karena dia bertanya, kemudian belajar, dan berbagi.

_______________________________________________

Gimana? Sudah kebayang belum arah obrolan saya kali in? Uh! masih meraba ya? Santai .. Saya tidak paksakan kamu terlalu lama berdiam pada obrolan saya. Silahkan buka laci makananmu, dan ambilah sedikit cemilan manis untuk menemani-tanda tanya-mu dalam berusaha memahami tulisan saya ini. Jangan lupa segelas air putihnya ya! Saya khawatir kamu tersedak...

Hm bukan, bukan! Saya hanya khawatir saat kamu tersedak, kamu akan tutup laptop/  matikan handphonemu kemudian berbaring diatas kasurmu memilih istirahat saja, dan benar benar menunda niatmu untuk membaca coretan saya kali ini.

Ayo lima menit dari sekarang, silahkan ambil teman bacamu!. Gimana sudah? Oya! sekarang sedang puasa. Atau, kamu sedang membaca tulisan ini ba'da berbuka puasa. Jadi sekarang, ga ada alasan lagi utuk izin out dari ruang obrolan saya ini ya. Maaf maaf, saya terlahir sebagai orang yang suka bercanda tapi lebih ke menyebalkan sih. Semoga kamu bersabar ya ...

_______________________________________________

Kembali pada 3 kata tadi "tanda, tanya, spesial". Ternyata ada yang saya rumuskan pada 3 kata ini. Saya ambil dari contoh kehidpuan kita.
"Ada tanda Kebesaran Tuhan yang bisa kita lihat agar kita semakin ber-tanya, untuk apa, kenapa terjadi, apa maksudnya, tujuan dan pertanyaan greget lainnya. Saya pikir tidak salah, jika kita bertanya benar-benar mencari kebaikan/pengetahuan. Tapi tetap! segala sesuatu jalani pada koridornya ya!"
dengan itu, predikat spesial akan kita sandang.

Kemudian, ini yang saya temukan;


" Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribada kepada-Ku"
(QS. Adz-Dzariyat : 56)

Itu adalah salah satu jawaban dari satu diantara masih banyak lagi tanda tanya, yang tentu akan terus saya cari jawabannya. Dan sekali lagi, bertanya itu boleh, asal tetap pada koridor. Dan berhentilah jika itu melewati!

Terakhir, selamat bertanya, ya.